Bagian Inkubator Bisnis UKDC Memfasilitasi Peningkatan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa dengan Mengelar #BincangIB Bincang Inkubator Bisnis UKDC bertajuk “Seluk Beluk Menjadi Pengusaha Selagi Mahasiswa”

Salah satu bentuk meningkatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa di Kampus UKDC, Inkubator Bisnis UKDC melaksanakan #BincangIB Bincang Inkubator. Kali ini telah dilaksanakan pada 8 Maret 2022 dengan tajuk “Seluk Beluk Menjadi Pengusaha Selagi Mahasiswa”.

Didahului dengan penjelasan bahwa Kampus UKDC mendorong dan berusaha melengkapi seluruh mahasiswa untuk boleh berwirausaha atau menjadi pengusaha selagi mahasiswa (PSM) melalui bagian / unit Inkubator Bisnis yang berada dibawah struktur Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA UKDC).. Kabag IB memberi Ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa UKDC khususnya 207 mahasiswa (24%) yang sudah mengisi kuesioner pada Semester 2021.1 (sudah ditutup pada bulan Februari 2022), 46 diantaranya sudah memiliki usaha. #BincangIB ini merupakan pemerlengkapan kepada para mahasiswa yang sudah mempunyai usaha tersebut. Forum ini dilakukan untuk menyemangati PSM agar tetap bersemangat menjalankan bisnisnya meskipun dimasa pandemic COVID-19, ekonomi stagnan, ekonomi lesu. Mahasiswa yang hadir didorong untuk bercerita dan mendengar cerita kendala yang dihadapi dalam menjalankan bisnis disampaikan didikusikan pada forum ini. Pemateri yang sesuai dengan kebutuhan PSM dihadirkan upayakan sedemikian hingga setiap bisnis yang sedang dijalankan ada dapat ‘naik kelas’. Pemateri pertama Kharisma Rafi’ani (mahasiswa dari FH) Pemilik usaha minuman herbal “ d’cucup “ dengan alamat IG: d.cucup menyampaikan bahwa usaha minuman herbal berupa sinom dan kunyit asem yang diproduksi dan dijualnya merupakan produk asli, usaha itu meskipun kecil harus dimulai. Orang disekitar kita dapat dimintakan bantuan. Orang tua dapat membantu dan menolong kita juga dalam berbisnis selagi mahasiswa.

Pemateri kedua Joseph Paola dari mahasiswa dari Fakultas Teknik UKDC, menyampaikan bahwa usaha yang saat ini dijalankannya “minhodrinks “ dengan alamt IG: minhodrinks merupakan usaha yang ke-5. Usaha ini merupakan usaha setelah empat kali berproses, beradaptasi mengikuti kebutuhan pasar dan mengikuti kebutuhan profesi (demand) yang digelutinya yakni Prodi Arsitektur.

Pertanyaan diskusi pertama dari Vera mengenai bagaimana pandangannya mengenai gonta ganti usaha karena pada masa pandemic supplier yang menyebabkan usaha yang dibangunnya berhenti supply padahal customer sedang banyak repeat order. Kharisma menjawab selagi ada waktu kita lakukan usaha dengan bantuan orang disekitar kita, mulailah lagi dengan apa yang ada berusaha, orang tua dapat membantu wirausaha. Diakuinya bahwa perihal marketing melalui IG masih jarang updet tetapi PO tetap dapat dijalankan, waktu belajar tidak terganggu.

Paola (begitu biasa dia dipanggil) memberikan semangat (red: motivasi) kepada forum antara lain dengan kata-kata dan atau kalimat “Bisnis kita itu adalah dekat-dekat kita. Semua dimulai dari suka. Demand pull alias tergantung permintaan dan sistem PO membuat bertahan, tidak membuat rugi”. Paola tetap kuliah normal, dan menyampaikan bahwa wirausaha dimulai dari 3 hal utama yaitu:produksi (40%), marketing (40%), operasional (20%). Prosentase dana yang dibutuhkan dalam usahanya yakni tidak sampai Rp. 1.000.000,- Agar tidak rugi supaya mahasiswa PSM yang hadir memakai sistem PO dan demand pull (bergantung pada permintaan), perlu membuat even (untuk marketing) mungkin sebanyak 40%, Paola menyampaikan juga bahwa minhodrinks membuat postingan IG berupa komik sebagai salah satu yang diusung ketika melakukan marketing. Produknya saat ini adalah mainuman herbal dari Korea yakni Misugaru.

Paola menjawab pertanyaan dari antara forum PSM yang hadir antara lain Nura (Prodi APH) bahwa usaha minhodrink boleh muncul karena seperti pada umumnya bahwa mulai dari yang disuka dan perkuliahannya dan pertemuannya dengan orang-orang membawanya pada semakin mempertajam usaha yang dibangunnya hingga kini. Karena jika tidak seperti boleh saja berputus asa Ketika usaha yang ke-1 menemui kendala, ganti usaha yang ke-2, ganti usaha yang ke-3, ganti usaha yang ke-4, dan ini yang kelima. Dalam perjalanan waktu Paola merasa niatnya untuk berusaha bermodalkan (bisa bertahan terus berusaha meskipun sedang menjadi mahasiswa) adalah dengan menyukai berwirausaha, tidak sekedar mencari profit tetapi melayani kebutuhan manusia disekitar kita dan dalam kaitannya dengan bidang studi yang ditekuni.

Seluk beluk menjadi Pengusaha Selagi Mahasiswa dan tips dan tricks dari kedua Pemateri diharapkan sedikit akan menolong mengatasi kendala yang dialami oleh 46 PSM UKDC dan menyemangati mereka.

Sampai jumpa selamat menerapkan apa yang sudah diperbincangkan pada #BincangIB kali ini dan sampai jumpa pada #BincangIB berikutnya, be there !.