Ini Dia Tim Peretas Elit NSA

Ini Dia Tim Peretas Elit NSA
Informasi Tenologi Terbaru | Peneliti keamanan komputer Ameria Serikat, Jacob Appelbaum, membeberkan kecanggihan penyadapan oleh unit peretas elit Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Tailored Access Operation (TAO). Appelbaum mengatakan NSA mampu menyadap jaringan Wifi dalam jarak 8 mil atau hampir 13 Km jauhnya.
Dilansir The Verge, Selasa 31 Desember 2013, sontak saja pernyataan Appelbaum itu menghebohkan para peserta temu peretas “Chaos Communications Congress” di Hamburg, Jerman, pekan ini. Appelbaum didapuk memberi presentasi dalam panggung komunitas peretas dan pegiat keamanan.
Ungkap Appelbaum, di samping memanfaatkan paket yang memungkinkan kontrol perangkat iOS dan telepon komunikasu via GSM, NSA juga memiliki perangkat yang mentargetkan penyadapan komputer melalui jaringan WiFi. Melalui perangkat yang disebut NIGHTSTAND, badan intelijen elektronik AS itu menginjeksi penyadapan sejuah 13 km itu.
Bahkan, mantan juru bicara Wikileaks itu menambahkan, eksploitasi jaringan dilakukan melalui pesawat tak berawak (drone), meski kebanyakan kasus lebih efektif menggunakan mobil van.
Diyakini metode penyadapan ini masih dipakai NSA meski kemampuan penyadapan telah lebih canggih. Bocoran menunjukkan kemampuan perangkat itu menunjukkan sudah digunakan sejak 2007.
Keyakinan Appelbaum ditunjukkan pada penyadapan tempat persembunyian pendiri Wikileaks di Kedutaan Besar Ekuador di London Inggris, yang mana pengunjung kedutaan mengerima pesan selamat datang dari perusahaan telepon Uganda.  Setelah diusut, pesan asing itu berasal dari BTS asing yang menyaru sebagai menara seluler yang dipasang di atap.
Appelbaum menduga perangkat itu milik mitra intelijen NSA asal Inggris, GCHQ.
Sebelumnya majalah Jerman, Der Spiegel melaporkan praktik penyadapan TAO. Pengungkapan ini berasal dari bocoran dokumen internal NSA dan pengakuan seorang pejabatnya, yang tidak mau diungkap namanya.
Tim peretas elit itu mencuri data dengan mengeksploitasi celah-celah keamanan di Internet dan piranti lunak di sejumlah perusahaan seperti Cisco Systems dan Huawei Technologies asal China. Bahkan muncul kabar bahwa TAO bisa menyusup ke komputer-komputer berbasis Windows dengan memanfaatkan laporan-laporan gangguan operasional dari konsumen (crash reports).
Menanggapi kabar dari majalah tersebut, tim Cisco Product Security Incident Response Team (PSIRT) langsung menginvestigas potensi penyadapan. “Mengingat hasil informasi baru itu menyingkap teknik yang diduga digunakan TAO untuk menyusupkan teknologi ke berbagai perusahaan IT, tim kami telah menginvestigasinya,” jelas John Stewart, Senioe Vice President Cisco System.

Comments are closed.