07
SEP
2018

Debat Nasional UKDC 2018: Seperti Reuni Antar Universitas

Beberapa waktu yang lalu tepatnya Sabtu 30 Juni 2018, Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya mengadakan suatu kegiatan akademik. Kegiatan ini adalah kegiatan yang pertama kali dilaksanakan di gedung baru UKDC – Vidya Loka. Lomba Debat Nasional Ekonomi, itulah kegiatan yang menarik perhatian Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas Kristen Indonesia Jakarta, Universitas Negri Malang, STIE Mahardika Surabaya, Universitas Surabaya, Universitas Widya Mandala Surabaya dan juga tak kalah STIE Perbankan Nasional Surabaya turut menjadi peserta lomba ini. Dengan total 12 tim, kegiatan ini menjadi satu ajang juga untuk saling menjalin relasi.Debat Nasional UKDC 20182

Peserta – peserta lomba kali ini ternyata pernah saling bertemu di lomba debat yang berbeda. Suasana semakin akrab dan erat apalagi dengan kehadiran Daniel Wira, seorang Mahasiswa Ubaya yang dulu menjadi juara 1 berturut – turut untuk lomba debat ekonomi SMA di UKDC beberapa tahun yang lalu. Dengan tema Facing Economy Development For Millenial Generation, panitia berhasil membuat lomba debat kali ini benar – benar millennial. Bahkan Calvin Mercy masih mengingat Jay mahasiswa semester 6 Unika Widya Mandala yang juga sama – sama mengikuti lomba debat di Musi Charitas Palembang.

Lomba debat kali ini diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ekonomi UKDC dibantu oleh teman – teman panitia yang masih duduk di semester 2. Kerja keras mereka bahkan dengan dibantu juga oleh ormawa lain dari SMPT UKDC, BEM UKDC, dan dosen – dosen membuat acara ini bisa terlaksana dengan baik. Tak lupa juga bantuan dari universitas untuk memfasilitasi mahasiswa dengan gedung dan sarana – prasarana yang diperlukan.

Hal menarik yang membuat lomba kali ini semakin seru ialah keakraban yang terjalin satu sama lain. Bila melihat pengalaman saat Technical Meeting lalu, tak dapat disangka bahwa mahasiswa antar universitas bisa bermain bersama. Saat itu, mereka sedang menunggu pengumuman hasil lomba debat. Sembari menunggu, seorang mahasiswi UGM mengajak teman – teman peserta untuk bermain kotak pos. Dalam permainan ini, tiap – tiap orang harus memiliki nama lain. Ada yang bernama cacing, zebra, gajah, dan sebagainya, lalu yang terakhir keluar harus ditutup matanya dan menebak apa lain teman yang ia tangkap. Permainan ini berhasil membuat suasana semakin meriah dan seru, apalagi saat Calvin Mercy yang saat itu matanya tertutup dengan dasi seorang mahasiswa dari Universitas Negri Malang berhasil menagkap temannya yang memiliki nama lain “Teri”. Seisi ruangan tertawa terbahak – bahak saat Calvin Mercy berusaha mencari teman – temannya.

Debat Nasional UKDC 20183

Lomba Debat kali ini tiap babak mengharuskan peserta untuk bertanding sebanyak 2 kali debat. Dan saat – saat senggang, mereka manfaatkan untuk mengobrol satu sama lain. Menanyakan asal, menanyakan banyak hal, tak disangka ada peserta yang juga merupakan Duta Muda ASEAN untuk Sulawesi Utara – Jianly Bagensa dari Universitas Kristen Indonesia Jakarta. Lalu ada juga seorang mahasiswa yang aktif di keorganisasian Himpunan Mahasiswa – Dova – Mahasiswa STIE Perbanas yang merupakan pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen di kampusnya. Benar – benar tak disangka bahwa  semua peserta saling terhubung dan bisa menjalin relasi satu sama lain.

Di babak final, hanya terpilih 4 tim yang akan berdebat. Ada UKI, STIE Perbanas tim 2, UGM, dan UN Malang, mereka memperebutkan piala bergilir Dekan Fakultas Ekonomi. Tim – tim yang tidak lolos boleh meninggalkan lokasi lomba, termasuk tim UKDC yang hanya sampai di babak semi final. Dalam 2 kali debat menghadapi tim berbeda, akhirnya muncullah sang juara. Lomba debat nasional kali ini dimenangkan oleh STIE Perbanas tim 2 sebagai juara 1 dengan memperoleh uang tunai Rp. 2000.000, lalu Universitas Gajah Mada Yogyakarta sebagai juara 2 dengan memperoleh uang tunai Rp. 1.500.000, dan Universitas Kristen Indonesia sebagai juara 3 dengan memperoleh  uang tunai Rp. 1.000.000.

Pada kesempatan kali ini, tidak terasa ada yang menang dan ada yang kalah. Tetapi, mereka tetap belajar untuk bisa menjadi lebih baik lagi terutama untuk mengerti seputar ekonomi di generasi millennial saat ini. Tentunya melalui lomba ini terjalin tali persaudaraan yang erat antar universitas dan nantinya akan diadakan kembali perebutan piala Dekan Fakultas Ekonomi dengan tema yang lebih seru lagi. Sekian. (Wartalena/15110044)