BANDUNG, JAWA BARAT – FH UKDC harus puas pada posisi runner up Chamber IV dalam Kompetisi Debat Nasional Padjajaran Law Fair 2019 yang diselenggarakan di Kampus Dipati Ukur, Universitas Padjadjaran (30 dan 31 Maret 2019). FH UKDC menempati posisi runner up setelah memperoleh 2 poin kemenangan (victory point), sedangkan posisi pertama ditempati Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera yang memperoleh 3 poin kemenangan (victory point).

Dua poin kemenangan diperoleh FH UKDC setelah mengalahkan tim Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Suryakancana Cianjur. FH UKDC mengalahkan kedua tim tersebut dalam mosi “larangan anggota partai politik sebagai anggota DPD” dan “pemberlakuan presidential threshold dalam pemilu serentak”. Namun FH UKDC gagal meraih poin kemenangan dari STHI Jentera dalam mosi “pembatasan masa jabatan anggota DPR”.

FH UKDC dalam Padjadjaran Law Fair ini menerjunkan Tim II yang beranggotakan Josephine Cindy, Jennis Kristina, Veronica Andriani serta didampingi Steven Klinsi (official team) dan Gress Gustia Adrian Pah (dosen pendamping). Tim II ini dibentuk dari Legal Analysis Student Association, unit kegiatan mahasiswa FH UKDC yang menekuni debat dan penalaran hukum.

Setelah kompetisi Padjadjaran Law Fair, FH UKDC akan mengutus Tim I dalam babak 24 besar Regional Timur Debat Konstitusi Mahkamah Konstitusi yang diselenggarakan pada 11-13 April 2019 di Universitas Sam Ratulangi, Manado.(rhs)