SURABAYA, JAWA TIMUR — Mahasiswa, khususnya yang berdomisili di daerah yang jauh dari kampus, rawan tidak menggunakan  hak pilihnya dalam pemilu 2019. Regulasi pemilu mengantisipasi kerawanan golput tersebut dengan memudahkan proses pindah tempat memilih dengan menggunakan Formulir A5. Informasi tersebut disampaikan oleh Desy Noor dari PPK Kecamatan Sukolilo, KPU Kota Surabaya dalam Seminar Pemilu bertajuk “Hak Pilih sebagai Bentuk Ekspresi Politik Generasi Muda” di Ruang Seminar Barat Vidya Loka UKDC, Kamis (14/03).

Aan Anshori sebagai narasumber yang mewakili  Jaringan GusDurian juga menyampaikan pandangannya tentang urgensi mahasiswa menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2019. Menurut Aan, golput merupakan sikap yang ideologis jika dilakukan pada masa pemerintahan otoriter. Sebagai contoh adalah yang terjadi saat beberapa kali pemilu yang dilaksanakan di era Orde Baru. Namun sikap golput menjadi tidak relevan jika dilihat dari konteks politik hari ini.

Universitas Katolik Darma Cendika juga memfasilitasi pengurusan Formulir A5 dalam seminar ini. Puluhan mahasiswa terlihat antri mendaftar perpindahan tempat memilih usai seminar.

“Saya tidak mungkin golput. Walaupun banyak yang bilang semua partai dan politisi sama saja, tentu saya harus memutuskan pilihan yang lebih mendingan. Kita tidak sedang mencari dan memilih malaikat di pemilu,” ungkap salah seorang mahasiswa dari luar Jawa Timur saat antri mendaftar pengurusan Formulir A5 usai seminar. (vin)