WUJUDKAN GENERASI MILLENIAL YANG BERTANGGUNGJAWAB ATAS NILAI MORAL DAN DASAR NEGARA

Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya mengadakan webinar kebangsaan kepada seluruh mahasiswa-mahasiswi baru Universitas Katolik Darma Cendika Surabaya. Kegiatan tersebut diadakan pada hari Jumat 28 Agustus 2020 melalui media platform zoom. Kegiatan ini diikuti sekitar 180 peserta dengan berbagai latar belakang mulai dari akademisi hingga mahasiswa-mahasiswi yang akan bergabung menjadi keluarga besar Universitas Katolik Darma Cendika.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan agar menambah serta mengkritisi segala fenomena-fenomena sosial yang akhir-akhir ini terjadi, khususnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta budaya toleransi antar SARA yang mulai luntur.

Sr. M. Teresa, S.Sos., M.A., OP selaku ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa ada dua tujuan diadakannya webinar kebangsaan. Pertama, untuk membuka mata generasi muda tentang situasi konkret yang saat ini terjadi di Indonesia. Kedua, sebagai kegiatan wajib yang harus diadakan dalam PKMB, sesuai dengan arahan PKMB yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Kegiatan Webinar Kebangsaan ini menghadirkan dua pembicara yaitu Dr. Nany Suryawati, S.H., M.H dan Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag. Ibu Nany yang juga merupakan dosen tetap Fakultas Hukum Universitas Katolik Darma Cendika menjelaskan pada bagian tataran konstitusionalitas masyarakat dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Saya menegaskan kepada seluruh peserta webinar kali ini bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945, UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Sumpah Pemuda harus kalian pegang erat-erat, pengamalan nilai tersebut harus dilakukan seluruh masyarakat bukan hanya berlaku bagi masyarakat tertentu saja.” Ujar Dr. Nany Suryawati, S.H., M.H.

Selanjutnya menurut Bapak Ahmad yang sering akrab dipanggil Bapak Inung yang juga merupakan anggota gusdurian menjelaskan, “bahwa tantangan sesungguhnya dalam perpecahan yang terjadi pada berbagai setiap agama di Indonesia adalah berasal dari agama itu sendiri.” Ujar Pak Ahmad dalam kegiatan tersebut pada saat menanggapi salah satu pertanyaan dari peserta.

“Menurut saya kegiatan ini membuka pemikiran saya terutama dalam hal permasalahan-permasalahan yang terjadi terkait dengan pertentangan antar agama/keyakinan. Melalui penjelasan yang dipaparkan oleh Bapak Ahmad saya mengetahui bahwa musuh terbesar dalam terjadinya perpecahan adalah berasal dari kawan yang satu agama atau kepercayaan dengan kita, jadi saya harus mampu mengendalikan diri agar tidak ikut terjerumus sebagai salah satu oknum yang membuat perpecahan terjadi.” Ujar Natasya Setiawan salah satu peserta Webinar Kebangsaan yang juga merupakan Peserta PKMB 2020.

Harapan dari berakhirnya kegiatan ini seluruh peserta yang mengikuti webinar tersebut mampu melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan memegang teguh nilai moral yang terkandung pada berbagai produk ketatanegaraan yang ada di Indonesia. Selain itu juga peserta diharapkan mampu turut serta dalam menlanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan bersama-sama dan gotong royong untuk melawan perpecahan yang terjadi pada dewasa ini.

Penulis: Ferdinand Sujanto Mahasiswa Fakultas Hukum UKDC